Sunday, May 22, 2011

no title~

bismillahirrahmanirrahim..

sesungguhnye saye seorg y lemah n kerap kali lakukan kesilapan. emo xtentu pasal smpai buat org lain terase n susah hati. since marah ni sgt2la bahaye, b0le mr0sakkan ukhuwwah, s0, jdiknye, entry kali nih adelah tips2 tahan marah y dpt dr blog sape ntah, xknal..huhu

  • fikir..ingat HODOH rupa marah tu…bayangkan muka kita tengah marah..tak ke hodoh?
  • marah itu syaitan….kita marah…kita syaitan…huhuhu…penakulan mantik gitu!
  • fikir…kenapa kita nak  marah?bagus sangat ke kita ni sampai nak marah-marah???siapa kita ni???bayangkan kalau Allah SWT marahkan kita….ada berani mau marah orang????
  • marah itu syaitan..syaitan itu api…sejukkan..maka berwuduklah…ataupun minumlah air…baca Bismillah….
  • Rasa nak marah…beristigfarlah..berzikirlah…..bacalah ayat suci…
  • kalau tengah berdiri rasa nak marah ..duduklah….
  • kalau tengah duduk rasa nak marah…..sujudlah…

Wednesday, May 4, 2011

seerah vs keadaan semase

"islam bmule sbg suatu y asing, maka ianya akn b'akhr sbg suatu y asing juga. maka b'untunglah org2 y bsama2 pd waktu asing itu.."

lebih kurang cmnila bunyinya suatu hadis Rasullullah y pernah saya dgr.. hujug minggu lpz baru dgr pbentangan Raheeq Makhtum dr Dr. Zaki. sungguh, org2 t'awl msk islam sungguh kental imannya. bygkn, dgn hanya tahu bbrapa ayat al quran ttg haru akhirat (juzu' amma), mereka sudah sdia mati syahid n terima apa2 shj siksaan demi mpertahankn kpercayaan@aqidah mereka. mereka juga mpunyai iltizam y tinggi n tahu bgaimana utk btahan dlm level iman y tinggi walaupun berse0rangan tanpa ada rakan2 seislam@ikhwah/akhawat di samping mereka utk saling igt meperingati. se0rg sahabat rasullullah y hanya tinggal di mekah bbrapa hari boleh kmbali ke kg halamannya lalu menyebarkan islam di sana. beliau kmudian mbawa kelompok islam tsebut sama2 mengikuti jejak langkah rasullulah ke madinah (kalu xsilap)

mereka juga insan2 biasa spt kita. mereka punya perasaan gementar, takut, kasih pd saudara n kaum kluarga dan mcm2 lg. namun, bgaimana mrk punya tahap keimanan y sbegitu mantap?

bbalik pd keadaan islam zmn kini. mcm2 serangan dilancarkn pd umat islam. lihat aje kt msia, hiburan disodok dlm kpala bdk2 sk0la. mcm mane mreka tu xjd t'ik0t2 dgn hiburan dr k0rea la barat la kalu kecik2 lg dh biase dgn sch00l attack n mcm2 lg




kp0pla n akedemi mcm2. nnti smue nie jdik cm trend pulak kt bdk2 sk0la. nnti kalu xikot, org kate ktinggalan zmn pulak dah. dgn ibu bapa y sibuk bkerje, anak2 makin terabai lalu >rapat n ikot ckp kwn2 mrk. kalu y baik tu, xpelah kn..nway, sbb tulah kte kne saling mpringati ssame rkn, adik bradik n kaun kluarge. siape lg y nk mrubah keadaan skrg kalu bukan kte sndiri. st0p tunjuk jari kt org lain sbb keadaan skrg kalu dibiarkn, memg akn smakin mnerukla generasi2 mase dpn nnti *ckp cm dh tuer sgtla tu kn~**

inA same2 kite fikirkn

Sunday, April 17, 2011

muhasabah diri..

n there are s0me pe0ple wh0 say- "we believe in Allah n the last day" and they are n0t at all believers. They desire to deceive Allah n th0se wh0 believe and they deceive 0nly themselves and they d0 n0t preceive. there is a disease in their heart, s0 Allah added t0 their disease and they shall have a painful chastisement because they lie.

(2:8-10)


adekah kite betul2 dah laksanekan tugas sbagai hambe Allah di dunia ini. adekah kite betul2 dh mlaksanakn janji2 dlm kalimah d0a iftitah y kte bace setiap kali s0lat. ssungguhnye s0latku, hidupku, n matiku hanya kerana Allah. mari same2 kte fikirkan n muhasabah kmbali in A..

Tuesday, August 3, 2010

Pagi yang membasahkan...
Titis-titis hujan yang membasahkan...
Begitu juga jiwa ini yang dibasahkan...

"Kenapa mata bengkak?" (Anon, 2010)
"Em...baru bangun tido" jawapan standard- maghrib2 ada orang tido ka? haih!

Mata yang bengkak... orang akan nampak... jiwa yang bengkak? Dia Yang Maha Melihat...

Menulis bukan untuk meluahkan isi hati... Sekadar pengubat jiwa nan sepi...

Diri bangkit dari mimpi untuk menemui Rabbi...
Tapi kekacauan jiwa menghantui hati...

Ya Allah...
Aku betul-betul rindukan ketenangan hati...
Rindukan detik-detik aku mengenal diriMu sekali lagi...
Jangan diusik titik ini...
Bimbang jika diri rapuh kembali...

Dalam renyai-renyai hujan...
Bukankah hujan adalah nikmat Ar-Rahman...
Diturunkan buat menyuburi tanah yang ketandusan...

Akulah hamba yang sering kealpaan...
Kemegahan memang bukan calang-calang taklifan...
Tapi jika hanya megah pada catatan dan bukan pada perlakuan...
Kemegahan ini hanyalah satu kesombongan...

Istighfar...

Pasti akan ada laskar pelangi...
Yang datang mengiringi...

*[credit 2 k.fakhi pulak]*

ramadhan y dinanti...

8 hari melangkah ramadhan...prepare2


1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

(kredit to k.ummu hanani, :) )